TINDO.ID | KONAWE – Kepolisian Resor (Polres) Konawe mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama pada musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan melalui pamflet edukasi yang memuat pesan pencegahan Karhutla sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.
Dalam pamflet tersebut, Polres Konawe menegaskan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga.
“STOP KARHUTLA! JANGAN BAKAR HUTAN DAN LAHAN!” demikian pesan utama yang disampaikan Polres Konawe dalam kampanye pencegahan tersebut.
Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok maupun benda lain yang berpotensi menjadi sumber api di kawasan yang mudah terbakar.
Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang rawan kebakaran selama musim kemarau. Jika menemukan asap atau titik api, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.
Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K., M.Si., melalui pesan yang tercantum dalam pamflet tersebut, mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.
“Bersama masyarakat, cegah Karhutla,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kampanye tersebut.
Polres Konawe juga mengingatkan masyarakat bahwa upaya pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Deteksi dan pelaporan sejak dini dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Bagi masyarakat yang menemukan adanya asap atau titik api, laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 atau menghubungi Polsek terdekat maupun Polres Konawe.
Melalui imbauan tersebut, Polres Konawe mengajak masyarakat menjaga hutan dan lingkungan sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan serta masa depan bersama.
“Cegah Karhutla sejak dini. Jaga hutan, jaga lingkungan, lindungi masa depan.”
Laporan: Redaksi













