TINDO.ID | KONAWE – Transformasi digital mulai merambah wilayah terpencil Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Desa Lalomerui di Kecamatan Routa, yang berjarak lebih dari 300 kilometer dari pusat pemerintahan, kini terhubung melalui jaringan internet desa gratis.
Program ini digagas PT Sulawesi Cahaya Mineral melalui inisiatif pemberdayaan “SCM Peduli” dan dikerjakan bersama PLN Icon Plus.
Penarikan kabel fiber optic melintasi jalur menantang hingga mencapai Routa, dengan dukungan infrastruktur tiang dan jaringan utama dari PLN Icon Plus.
Jaringan berkapasitas 200 Mbps tersebut memungkinkan akses layanan pemerintahan berbasis digital, sistem pendidikan daring, hingga komunikasi jarak jauh yang sebelumnya sulit dilakukan.
Dampak paling nyata terlihat di sektor pendidikan. Guru tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mengirim laporan daring, sementara pelaksanaan Asesmen Nasional kini dapat digelar mandiri di SMPN 2 Routa.
Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, menilai akses digital dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berbasis informasi di wilayah lingkar tambang.
Dalam peresmian 4 Februari 2026, Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fotunadi, menekankan pentingnya literasi digital agar fasilitas tersebut memberi manfaat maksimal tanpa dampak negatif.

Turut hadir manajemen PT SCM Site Konawe, perwakilan PT Merdeka Battery Minerals, jajaran PLN Icon Plus, guru SDN Lalomerui yang dipimpin Ramlin, S.Pd., serta tokoh masyarakat.
Dengan hadirnya konektivitas ini, Desa Lalomerui menapaki fase baru pembangunan berbasis teknologi di wilayah terpencil Sulawesi Tenggara. (AKS-CA-SCM)
Editor: Redaksi













