Akademisi Apresiasi Pidato Prabowo di WEF Davos 2026: Tawarkan Arah Pembangunan dan Kerja Sama Global Berkeadilan

Dari kiri ke kanan: Prof. Dr. Betty Tresnawaty, Dr. (Cand.) Donie Kadewandana, Presiden Prabowo Subianto, Dr. Teguh Santosa, dan Prof. Dian Masyita.

TINDO.ID | JAKARTA –  Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam forum World Economic Forum (WEF) Davos 2026 menuai apresiasi dari sejumlah akademisi lintas disiplin.

Akademisi Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Teguh Santosa, menilai pidato tersebut sebagai proposal terbuka kerja sama dan kemitraan internasional yang adil serta berkelanjutan.

Menurutnya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui persoalan mendasar yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya, sekaligus memaparkan capaian konkret dalam merespons tantangan tersebut.

“Pidato ini mempertegas perbedaan antara praktik greedynomics dengan Prabowonomics yang menekankan pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Teguh, Jumat (23/1/2026).

Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Betty Tresnawaty, menyoroti strategi komunikasi Presiden Prabowo yang dinilai persuasif dan efektif untuk audiens global.

Ia menilai penggabungan data konkret—seperti program makan bergizi dan digitalisasi sekolah dengan narasi kesejahteraan rakyat memperkuat positioning Indonesia sebagai negara stabil di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, Dekan FEB Universitas Indonesian International Islamic University (UIII), Prof. Dian Masyita, menegaskan pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya perdamaian, stabilitas, dan dialog sebagai prasyarat pembangunan global.

Konsep Prabowonomics dinilai mencerminkan strategi pembangunan berbasis kedaulatan ekonomi, ketahanan nasional, dan pertumbuhan berkeadilan.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila, Dr. (Cand.) Donie Kadewandana, menilai pidato tersebut berhasil menjembatani idealisme dengan realitas kebijakan publik melalui penekanan pada investasi sumber daya manusia.

Secara keseluruhan, para akademisi menilai pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia siap tampil sebagai aktor global yang menawarkan stabilitas, kerja sama berkeadilan, serta visi pembangunan jangka panjang.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga memaparkan capaian kinerja ekonomi Indonesia selama setahun terakhir dan mengutip apresiasi Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *