​Meski Sempat Diwarnai Polemik Maskot, Pelaksanaan STQH Nasional di Kendari Berjalan Lancar dan Sukses

Menteri Agama RI Nazaruddin Umar (kedua dari kiri) saat memberikan keterangan Pers.

TINDO.ID | KENDARI – Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional ke-28 Tahun 2025 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berjalan lancar dan penuh khidmat. Meskipun demikian, perhelatan akbar bernuansa Islami ini sempat menjadi sorotan publik terkait isu desain maskot kegiatan.

​Acara yang diselenggarakan oleh PT Argo Pesona Indonesia selaku pemenang tender Event Organizer (EO) ini dibuka secara resmi pada Sabtu malam, 11 Oktober 2025.

Pembukaan dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) yang mewakili Presiden Republik Indonesia.

Suasana pembukaan berlangsung penuh syiar Islam, dan panitia juga telah menyiapkan acara penutupan yang meriah dengan menghadirkan grup musik Ungu untuk membawakan lagu-lagu bernuansa Islami.

​Klarifikasi Resmi EO Terkait Polemik Maskot

​Di tengah suksesnya penyelenggaraan STQH yang berlangsung sejak 9 hingga 18 Oktober 2025, polemik mengenai desain maskot kegiatan menjadi perbincangan. Menanggapi hal tersebut, pihak EO, PT Argo Pesona Indonesia, memberikan klarifikasi resmi.

​Salah satu Direktur PT Argo Pesona Indonesia, Galih, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan EO, termasuk desain grafis dan maskot, telah diatur dan disetujui dalam kontrak kerja dengan pihak pemberi kerja.

​“Sebagai penyedia jasa, kami bekerja berdasarkan kontrak dan panduan yang sudah disetujui oleh pemberi kerja. Bahkan untuk hal kecil seperti penataan kursi pun harus mendapat persetujuan. Jadi, pembuatan desain grafis termasuk maskot juga mengikuti arahan resmi dari pihak terkait,” jelas Galih.

​Ia menambahkan, secara umum maskot kegiatan MTQ atau STQH di berbagai daerah memang mengambil inspirasi dari flora atau fauna endemik daerah setempat, dan pihaknya telah melakukan beberapa revisi desain agar tampak lebih bernuansa islami.

​Galih mengakui cukup terkejut ketika desain maskot yang telah disetujui melalui beberapa tahapan kemudian menjadi polemik di publik. “Kami tidak punya kapasitas untuk menilai itu, karena semuanya sudah melalui proses persetujuan resmi,” ujarnya.

​Desain Telah Disetujui Melalui Rapat Berjenjang hingga Tingkat Nasional

​Galih lebih lanjut menegaskan bahwa proses persetujuan desain maskot dilakukan secara transparan dan berjenjang.

​“Semua desain kami presentasikan dan mendapat persetujuan melalui rapat, bahkan hingga level nasional melalui Zoom meeting. Tidak ada satu pun pihak yang mengoreksi atau menolak desain yang dimaksud,” tegasnya.

​Pihaknya juga menekankan komitmen untuk tetap patuh pada kontrak kerja, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Prinsip kami jelas, tunduk pada kontrak. Pemberi kerja kami adalah Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kalau kami tidak patuh, justru kami yang salah,” ujar Galih.

​PT Argo Pesona Indonesia: EO Profesional dan Berpengalaman

​Berdasarkan penelusuran redaksi, PT Argo Pesona Indonesia merupakan EO yang terbukti profesional dan kredibel. Perusahaan ini memiliki rekam jejak panjang dalam penyelenggaraan berbagai event berskala nasional, termasuk kegiatan keagamaan dan pemerintahan.

​Rekam jejak mereka mencakup proyek untuk lembaga dan kementerian seperti KPK (Awarding SPI 2022–2024), Kemenkominfo, Kemenkes, KLHK, BPIP, BPH Migas, BKKBN, serta Bank Mandiri, BNI, dan Jasamarga.

​Secara khusus di bidang MTQ dan STQH, PT Argo Pesona Indonesia telah menggarap lebih dari 10 event besar di tingkat provinsi, nasional, dan internasional, seperti:

​STQH Nasional di Jambi (2023)
​MTQ Nasional di Kalimantan Timur (2024)
​MTQ Internasional di Jakarta (2025)
​MHQ Tunanetra Internasional pertama di dunia di Jakarta.

​Dengan pengalaman tersebut, PT Argo Pesona Indonesia dinilai memiliki kapabilitas tinggi dalam menangani event keagamaan berskala nasional seperti STQH ke-28 di Sulawesi Tenggara.

​Galih berharap, pelaksanaan STQH Nasional 2025 di Kendari dapat berjalan lancar, sukses, dan penuh keberkahan.

“Semoga pelaksanaan STQH Nasional di Sultra ini berjalan dengan lancar, khidmat, dan mampu menghadirkan syiar Islam sesuai dengan tujuan utama kegiatan,” pungkasnya.

​Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *