Program Kesehatan Keliling PT SCM: Inisiatif Perusahaan yang Membawa Akses Kesehatan Lebih Dekat ke Masyarakat Terpencil

TNDO.ID | KONAWE – PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) tidak hanya dikenal dengan kontribusinya dalam sektor tambang, tetapi juga dengan upaya yang nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar area lingkar tambang.

Salah satu wujud tanggung jawab sosial yang paling baru adalah peluncuran program Mobile Health Clinic.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses kesehatan yang memadai, khususnya di desa-desa terpencil yang terletak jauh dari fasilitas kesehatan tetap seperti puskesmas.

Dengan melibatkan satu unit ambulans lengkap dengan tim medis berpengalaman, program ini bergerak dari satu desa ke desa lainnya di sekitar lingkar tambang PT SCM, melayani mereka yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan medis karena jarak yang jauh dan infrastruktur yang terbatas.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi.

“Layanan kesehatan keliling ini memberikan angin segar bagi masyarakat kami, karena jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan dasar selama ini menjadi kendala utama kami,” ujar Taksir.

Pada peluncuran perdana yang diadakan pada awal April 2026 di Desa Lalomerui, lebih dari 60 warga setempat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan oleh tim medis.

Layanan kesehatan yang diberikan tidak hanya berupa pemeriksaan umum, tetapi juga pengobatan penyakit ringan yang banyak dikeluhkan masyarakat.

Program ini jelas menjadi solusi bagi warga Desa Lalomerui dan sekitarnya, yang terletak sekitar dua jam perjalanan dari puskesmas terdekat.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan deteksi dini terhadap penyakit.

Ita Purnamasari, salah satu warga setempat, menyampaikan, “Kami merasa sangat terbantu dengan layanan kesehatan ini. Semoga ke depannya, layanan ini bisa terus hadir di desa kami dan desa-desa lainnya.”

PT SCM tidak hanya menargetkan warga yang tinggal di dalam kawasan Desa Lalomerui, tetapi juga masyarakat yang tinggal di perumahan karyawan perusahaan kelapa sawit yang berada di pinggiran desa tersebut. Bahkan, ibu-ibu di perumahan tersebut dijemput oleh tim Community Affairs PT SCM agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan.

Kepala Desa Lalomerui juga mengungkapkan bahwa dengan adanya layanan kesehatan keliling ini, masyarakat desa tidak lagi merasa terpinggirkan, dan mereka dapat merasa lebih terjamin kesehatannya.

“Layanan kesehatan ini memberikan rasa aman bagi kami, terutama dengan adanya bantuan langsung dari perusahaan,” tambah Taksir Unggahi.

Tidak hanya Kepala Desa, staf Kecamatan Routa, Syamsuri, yang mewakili Camat Routa, juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program ini.

Menurutnya, “PT SCM telah memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat dengan membangun infrastruktur yang mempermudah akses, seperti jalan yang kini bisa dilalui hanya dalam waktu satu jam, sementara dulu memakan waktu berhari-hari.”

Kehadiran PT SCM juga dirasakan langsung oleh warga, yang merasa bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada kegiatan tambang, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti akses kesehatan.

Syamsuri berharap agar ke depan, perusahaan terus memperkuat program PPM ini dan menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Setelah peluncuran perdana di Desa Lalomerui, program Mobile Health Clinic ini akan berlanjut ke desa-desa lain yang termasuk dalam area lingkar tambang PT SCM, seperti Desa Walandawe, Puuwiwirano, Tanggola, Tirawonua, Parudongka, hingga Kelurahan Routa. Setiap hari, layanan kesehatan ini akan memberikan pemeriksaan kesehatan dasar dari pukul 08.00 hingga sekitar pukul 14.00, tergantung pada jumlah pasien yang mendaftar.

Selain layanan kesehatan dasar, program ini juga menyediakan layanan kesehatan darurat 24 jam di Kantor Sierra Bravo (SB) di Desa Lalomerui, bekerja sama dengan klinik di Site PT SCM untuk menangani situasi kesehatan darurat.

Pada setiap kunjungannya ke desa-desa tersebut, tim kesehatan keliling biasanya menangani keluhan ringan seperti sakit kepala, demam, atau batuk.

Namun, pada kunjungan ke Desa Puuwiwirano pada 3 April 2026, tim medis harus menangani seorang warga yang mengalami luka dan pendarahan akibat terjatuh dan tertusuk kayu di kaki saat bekerja di kebunnya.

Muhammad Aisa, warga lanjut usia, segera dibawa ke kantor Community Affairs untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, sebelum akhirnya kembali ke desa setelah mendapat perawatan yang memadai.

Melalui program ini, PT SCM tidak hanya memberi layanan medis tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin, deteksi dini penyakit, dan pencegahan berbagai penyakit.

Salah satu fokus utama dalam edukasi kesehatan adalah perbaikan gizi untuk mencegah stunting serta penyuluhan terkait penyakit lainnya seperti tuberkulosis, hepatitis B, dan pencegahan HIV.

Program Mobile Health Clinic ini merupakan bukti nyata komitmen PT SCM dalam memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat sekitar lingkar tambang.

Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal, PT SCM berharap dapat menyentuh aspek kesehatan sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *