TINDO.id | KONAWE – Ratusan massa yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan aksi unjuk rasa anarkis. Hal ini memicu ketegangan antara massa dan pihak kepolisian.
Dari pantauan media, terjadi dorongan antara pihak polisi dan pengunjuk rasa. Dalam insiden ini, polisi berhasil mengamankan tiga orang pengunjuk rasa.
Dalam menghadapi massa anarkis, petugas melaksanakan tindakan tegas dan terarah dengan menggunakan water cannon dan gas air mata. Tindakan ini berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan para pengunjuk rasa anarkis yang dianggap sebagai provokator.

Ini adalah simulasi sistem pengamanan Pemilu 2024 yang dilakukan oleh jajaran Polres Konawe didepan Gedung DPRD Konawe, Kelurahan Onolobunggadue, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe.
Kapolres Konawe, AKBP Ahmad Setiadi SIK, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Pemilu 2024. Meskipun ini adalah latihan, kita harus mempertimbangkan kemungkinan adanya situasi rawan di lapangan.
“Maka dari itu, kita perlu berkolaborasi, saling memberikan informasi, dan berantisipasi agar kesiapan pengamanan kita di tahun yang akan datang terjamin,” ucapnya.













