TINDO.id | KENDARI – Dalam nuansa malam penuh keceriaan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara meriahkan Ivent Sultra Tenun Carnaval dengan keindahan motif pakaian adat terbaru, Pinetoto’ono. Kabupaten Konawe, dalam partisipasinya, membawa pesona memukau dan cerita legenda Ratu Wekoila.
Ketua Dekranasda Kabupaten Konawe, Hj Trinop Tijasari Harmin, SH, menjelaskan bahwa keunikan motif Pinetoto’ono menjadi magnet utama penampilan mereka. Dengan keberanian tampil dalam nuansa merah, mereka mengangkat kebangsawanan dan simbol keberanian.
“Pinetoto’ono mencerminkan akal budaya dan budi pekerti. Ia juga mengandung empat rahasia sifat manusia: takdir, jodoh, rejeki, dan kematian,” terang Trinop, memberikan sentuhan makna mendalam pada penampilan Konawe.
Trinop berharap dukungan penuh dari masyarakat Konawe untuk memberikan semangat dan kebanggaan dalam Ivent Sultra Tenun Carnaval. “Kami berharap bisa menampilkan yang terbaik, mengharumkan nama daerah melalui keindahan Pinetoto’ono, dan menyajikan potret budaya dan sejarah Konawe yang memukau,” ungkapnya.
Dalam penampilan yang indah, mereka tak hanya mengangkat keindahan motif Pinetoto’ono, tetapi juga merayakan legenda Ratu Wekoila. Legenda ini menggambarkan perjalanan Ratu Wekoila pada abad ke-11, yang menjadi Ratu Pertama Kerajaan Konawe dan menciptakan adat budaya falsafah Tolaki bernama O’sara atau Kalo Sara.
Partisipasi Konawe dalam Ivent Sultra Tenun Carnaval menjadi bukti nyata perpaduan seni, sejarah, dan keberanian untuk meriahkan dan memperkaya budaya Sulawesi Tenggara.
LAPORAN Redaksi













